We Are About Distance

Pagi ini  jam baru saja menunjukan pukul 5 pagi, langit pun masih gelap karena sang mentari belum juga menampakkan dirinya dari ufuk timur. Langkah-langkah kaki masih samar terdengar dari luar, namun burung-burung sudah mulai mempertunjukan kicauan merdunya dari dahan-dahan pohon yang tumbuh subur nan hijau. Seperti biasanya pula aku selalu bangun pagi untuk menjalani rutinitasku dan tentunya tak lupa pula aku menatap ke arah layar ponselku untuk memastikan bahwa ada message di sana sebagai peng-awal hari. Kegiatan itu sudah rutin aku lakukan sejak aku mengenal dia. Dia yang nan jauh di sana, namun cinta membuatnya terasa dekat. Meski terasa seperti hal yang mustahil, namun itu pula yang aku rasakan. Real, tanpa dibuat-buat.

From : +628*********

Hi sayang. Selamat pagi :)

Setiap malam aku akan selalu menantikan pagi, sama ketika aku menantikan hal-hal baru yang ia ciptakan di antara kami. Dan sama pula ketika aku bertanya-tanya akan dibawa kemana semuanya ini.
Terkadang hal terkecil apapun yang ia ciptakan dalam hubungan kami akan membuatku tersenyum. Bukan tanpa alasan, tapi karena aku bahagia bahwa Tuhan telah mempertemukan kami di dunia yang sedemikian rupa ini, yang memiliki jarak antara satu sama lainnya. Bahkan ketika kami harus berjauhan di antara dua wilayah yang jaraknya tidaklah terbilang dekat.

"Cieee... Masih pagi udah senyam-senyum sendiri. Message dari siapa sih Gia ?" tanya Bintari, teman sekamarku.

"Hehe... Biasa deh. Kamu tau kan siapa yang biasanya selalu buat aku tersenyum ?" jawabku.

"Hmm... Pasti Refa ya ? Hayooo ngaku!"

"Ya gitu deh hihi. Udah ah, aku mau siap-siap ngampus dulu" ucapku sambil beranjak dari ranjangku.

"Uh iya deh yang lagi mesra mesranya. Jadi envy nih."

"Mangkannya punya pacar, Tariii..."

***

Bagiku menjalani hubungan jarak jauh atau yang biasa disebut dengan long distance relationship tidaklah mudah, namun bukan juga suatu hal yang sulit ketika kita mencintai seseorang dan berhasil dibuatnya mabuk kepayang. Meski semuanya terbatas oleh jarak,aku tetap yakin suatu saat nanti akan ada ruang terbuka bagi kami. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya menjaga kepercayaan, komunikasi, dan saling setia.
Meski sebenarnya tak jarang pula kami harus disibukan  dengan kegiatan masing-masing yang pada akhirnya membuat kami harus saling memahami satu sama lain dan sikap toleransi menjadi sangat dibutuhkan.

From: +628*********

Hi sayang, maaf aku sibuk bgt hari ini. Gimana dgn harimu? Oh ya, miss you so much today :'(

Bukanlah suatu hal yang apa-apa ketika semuanya serba disibukan oleh kegiatan masing-masing dari kami. Namun memang terkadang dia sering membuatku jengkel ketika dia sedang  bersenang-senang dengan temannya dan membuatku menunggu semalaman suntuk untuk hanya sekedar mendapat message darinya. Bagiku menunggu adalah suatu hal yang sangat membosankan. Namun, ketika kita sedang jatuh cinta semuanya akan berubah hingga 180 derajat. Contohnya ketika kita sedang jatuh cinta, menunggu si 'dia' adalah hal yang paling sangat dinikmati meskipun pada konteksnya tidak ada satu pun manusia yang suka menunggu. Dan sadar atau tidak, saat kita sedang jatuh cinta, kita mulai meninggalkan jati diri kita dan berubah menjadi diri orang lain. Contohnya  orang malas jadi rajin atau sebaliknya, orang yang pemurung berubah jadi ceria, orang yang pemarah berubah jadi penyabar. Believe or not, truth that we started change to be another else when we're falling in love. Everybody can prove it!

Dan lagi-lagi semuanya itu bukan apa-apa ketika segalanya berbicara tentang jarak. Suatu ketika dia sakit dan aku hanya bisa terdiam tanpa dapat melakukan apa-apa, kecuali 'memperhatikannya' dari jauh. Dari jarak yang terhitung ratusan kilometer. Jika dipikir, dari jarak sejauh itu aku dapat melakukan apa ? Atau bahkan ketika kepercayaan kami terguncang. Apa yang kami lakukan, tak akan ada satupun dari kami yang akan tau terkecuali apabila kami bersedia untuk menceritakannya.

From: +628*********

Gia, aku mungkin ga tau apa yg km lakukan di sana. Sm siapa kamu lg deket, atau sm siapa km sedang melakukan suatu hal skrg.

Namun ketika segalanya berbicara tentang jarak, tentang siapa kami satu sama lain, dengan sangat baik cinta akan membalikan segala  yang mustahil menjadi mungkin dan yang mungkin menjadi mustahil. Atau bahkan cinta sanggup untuk menciptakan keajaiban-keajaiban, menumbuhkan rasa saling percaya, kesetiaan, dan kasih sayang pada kami dan seluruh umat manusia yang percaya pada kekuasaanNya akan cinta.



Comments

Popular Posts