Everything About My First (Part V)

Outside it's now raining

And tears are falling from my eyes

Why did it have to happen?

Why did it have to end?

I'm a big big girl

In a big big world

It's not a big big thing if you leave me

But I do do feel that

I do do will miss you much

Miss you much...

I have your arms around me warm me like fire

But when I open my eyes

You're gone...


Emilia - Big Big World


Jam dinding telah menunjukkan pukul 2 dini hari, akan tetapi wanita itu masih tetap terjaga dari kantuknya. Ia tak henti-hentinya menatap dua buah foto yang berbingkai manis di sebuah meja yang terletak di samping tempat tidurnya. Dua foto dari dua orang yang sangat ia cintai, adik perempuan dan mantan kekasihnya, dua orang yang sama-sama memberikan kebahagiaan yang begitu besar baginya, sekaligus keperihan yang luar biasa ketika ia harus meninggalkan mereka berdua demi cita-cita yang selama ini ia impi-impikan. Terkesan egois memang, ketika dia lebih memilih untuk memperjuangkan impiannya yang sejak lama ia bangun daripada tetap tinggal bersama dua orang yang sama-sama mencintainya. Tapi inilah hidup, penuh pilihan sekalipun sulit.

"I miss you both. But, don't you know that fighting for my dream is harder than stay? I know that you think that I'm selfish, but I still love you guys. Can't you see that I can't sleep and remembering about you all night? I miss you, really I love you. So much." gumamnya sambil menghapus setiap butir air matanya yang jatuh dengan punggung tangannya. Hatinya sungguh terasa hampa, tapi ia tidak ingin menyesali dengan apa yang telah dipilihnya. Inilah hidup yang harus ia jalani, sekalipun harus menguras seluruh tenaganya.


***

Laki-laki itu terus menertawakan bayangan dirinya yang ada di dalam cermin, menertawakan betapa buruk kondisinya saat itu setelah wanita yang ia cintai selama ini lebih memilih pergi tanpa meninggalkan sebuah pesan sekalipun. Rambut-rambut halus di sekitar dagunya sudah mulai tumbuh, kantung matanya sudah terlihat menghitam, belum lagi rambutnya yang sudah panjang karena ia biarkan tumbuh begitu saja.

"I'm gonna find her. I must." ucapnya pada dirinya sendiri.

Dia pun tersenyum kepada bayangannya yang berada di dalam cermin, kemudian laki-laki itu meninggalkan walk in closet miliknya, mengambil kunci mobilnya, dan pergi.

***

"I'm so lonely. Can't you see, Kak? Bagaimana bisa sih kau lebih memilih hidup di sana dan meninggalkanku sendirian?" ucap perempuan itu sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan punggung tangannya yang bebas, sedang yang satunya lagi ia gunakan untuk menyalakan sebuah lilin yang tergeletak di pojokan kamarnya.

"Nay miss you, kak" ucapnya lagi sambil tersenyum. Senyum yang lebih terkesan seperti dipaksakan.

*TO BE CONTINUED*

Comments

Popular Posts