Hampa dalam Kerinduan
Dulu, sewaktu aku masih kecil, aku tidak tahu apa arti kematian yang sesungguhnya.
Yang aku tahu, orang yang sudah mati itu hanya tertidur, kemudian digotong beramai-ramai untuk tiba di pemakaman.
Dulu, sewaktu aku masih kecil, aku belum tahu apa arti kematian yang sesungguhnya.
Yang aku tahu, mereka hanya tertidur, kemudian dibaringkan di dalam tanah sendirian.
Dulu, sempat aku bertanya, tidakkah mereka, orang-orang mati itu merasa kesepian?
Tidakkah mereka akan merasa haus dan kelaparan?
Tidakkah mereka merasakan hampa dan kerinduan di dalam sana?
Namun seiring dengan berjalannya waktu, aku jadi tahu bahwa orang mati tidak sama dengan orang tidur,
Mereka tidak bisa kembali meski diminta seribu kali.
Hingga saatnya engkau yang pergi, kemudian jasadmu lah yang akhirnya dibaringkan di dalam tanah,
Meninggalkan semua kenangan demi menuju kehidupan yang abadi.
Meski kepergianmu menimbulkan sesak di dada,
Meski kepergianmu meninggalkan hampa bagi semua orang yang masih hidup,
Meski kepergianmu justru menjadi bagian dari cerita sedih yang harus kutuliskan di dalam buku kehidupan,
Setidaknya biarlah kini giliran engkau yang merasakan bahagia,
Terbebas dari seluruh kehidupan dunia yang fana ini,
Di mana semua orang justru berlomba-lomba untuk bersandiwara.
Kini, sesungguhnya engkau telah menemukan kehidupan yang kekal abadi,
Menemukan kebahagiaan yang dulu sulit sekali untuk kau genggam,
Kebahagiaan tanpa batas yang tak mungkin kau dapatkan di dunia.
Meski aku lah yang harus menanggung sedihnya untuk berpisah,
Meski aku lah yang harus menanggung sakitnya rasa hampa,
Meski aku lah yang harus menanggung rasa sepi ini sendirian.
Tapi setidaknya, biarlah kau terbang bebas menuju Rabbmu,
Dan aku di sini tetap menunggu giliran untuk menjemput kematian.
Perpisahan ini hanya sementara, bukan?
Hingga tiba saatnya nanti kita kan bertemu lagi.
Puisi ini khusus saya dedikasikan untuk Almarhum pakde saya yang baru saja menghadap sang Illahi. Semoga Almarhum senantiasa diberi kebahagiaan yang berlimpah di alam sana, ditempatkan di tempat yang terbaik, dan semoga diampuni semua dosa-dosanya, aamiin...
Semua orang yang hidup pasti akan mati. Semua yang berasal dariNya, pun suatu saat akan kembali kepadaNya.
Selamat jalan, Pakdeku sayang. Terimakasih selama ini sudah memberikan nasihat-nasihat yang baik, terimakasih selama ini sudah sering diingatkan untuk menjadi anak yang baik dan untuk selalu berbakti kepada kedua orangtua, terimakasih atas pecutan-pecutan semangatnya. Sekali lagi, selamat jalan. Semoga kelak kita akan berjumpa kembali di dalam surgaNya, aamiin ya rabbal alamin.

Comments
Post a Comment