Akibat Ego Mendua
Mereka bilang kunci dari mencintai adalah dengan tidak menghadirkan pihak ketiga.
Ya, aku tahu aku yang salah karena aku yang memulai semuanya.
Aku yang berpaling di saat kau sedang benar-benar mencinta,
Menyambut lelaki lain di sela-sela cerita kita.
Aku tak pernah puas, bahkan ketika kamu selalu hadir untuk menghapuskan segala lara.
Dan aku tak ingin menyalahkan takdir bila kini kamu memilih bersama dia.
Ya, aku tahu bahwa aku lah yang salah karena aku telah berbagi cinta dan memilih mendua.
Melenyapkan segala bahagia ketika kita bersama.
Menjelma menjadi seorang pengkhianat ketika berlaku tidak setia.
Akulah yang salah karena telah menciptakan jarak di antara kita.
Mungkin terlalu terlambat ketika kini kusadari bahwa sesungguhnya aku terlalu mencintaimu.
Sesungguhnya aku tak pernah benar-benar bisa terlepas dari segala belenggumu.
Semua kesalahan di masa lalu senantiasa memberatkan aku.
Dan semakin berat lagi ketika melihat dia kini berada di pelukanmu.
Tapi tak apa, berbahagialah. Aku akan mencoba berbahagia untukmu.
Jangan lagi kau ingat kenangan pahit masa lalu, cukuplah aku yang hampir mati karena waktu.
Semoga dia yang sekarang tak akan pernah menyakitimu seperti aku dulu.
Pergilah sayang, biar aku yang menanggung semua deritaku,
Sendirian sambil menunggu waktu berlalu.
Untuk seorang lelaki yang telah bersedia menemaniku di tahun 2016 meski harus kupatahkah hatinya waktu itu.
Depok, 5:13 PM
Ya, aku tahu aku yang salah karena aku yang memulai semuanya.
Aku yang berpaling di saat kau sedang benar-benar mencinta,
Menyambut lelaki lain di sela-sela cerita kita.
Aku tak pernah puas, bahkan ketika kamu selalu hadir untuk menghapuskan segala lara.
Dan aku tak ingin menyalahkan takdir bila kini kamu memilih bersama dia.
Ya, aku tahu bahwa aku lah yang salah karena aku telah berbagi cinta dan memilih mendua.
Melenyapkan segala bahagia ketika kita bersama.
Menjelma menjadi seorang pengkhianat ketika berlaku tidak setia.
Akulah yang salah karena telah menciptakan jarak di antara kita.
Mungkin terlalu terlambat ketika kini kusadari bahwa sesungguhnya aku terlalu mencintaimu.
Sesungguhnya aku tak pernah benar-benar bisa terlepas dari segala belenggumu.
Semua kesalahan di masa lalu senantiasa memberatkan aku.
Dan semakin berat lagi ketika melihat dia kini berada di pelukanmu.
Tapi tak apa, berbahagialah. Aku akan mencoba berbahagia untukmu.
Jangan lagi kau ingat kenangan pahit masa lalu, cukuplah aku yang hampir mati karena waktu.
Semoga dia yang sekarang tak akan pernah menyakitimu seperti aku dulu.
Pergilah sayang, biar aku yang menanggung semua deritaku,
Sendirian sambil menunggu waktu berlalu.
Untuk seorang lelaki yang telah bersedia menemaniku di tahun 2016 meski harus kupatahkah hatinya waktu itu.
Depok, 5:13 PM
Comments
Post a Comment