Sebuah Puisi dari Puan kepada Tuan
Ah Tuan, andai saja kamu tahu bahwa menjamahi bayangmu tak pernah semudah itu.
Aku ringkih sendirian, mendesah di tengah malam.
Kasurku hampa, begitu juga dengan jiwaku.
Aku butuh raga dan hatimu untuk memuaskanku,
berdua kita bersenggama atas nama cinta.
Depok, 16 Maret 2017
Menulis puisi di tengah rintik hujan yg enggan untuk berlalu, seperti kamu yg selalu ada dalam ingatanku.
Aku ringkih sendirian, mendesah di tengah malam.
Kasurku hampa, begitu juga dengan jiwaku.
Aku butuh raga dan hatimu untuk memuaskanku,
berdua kita bersenggama atas nama cinta.
Depok, 16 Maret 2017
Menulis puisi di tengah rintik hujan yg enggan untuk berlalu, seperti kamu yg selalu ada dalam ingatanku.
Comments
Post a Comment