Segitiga

Kau tanya mengapa aku menjadi seorang wanita yang begitu keji,
Dengan begitu murahnya aku mengingkari janji.
Kau bilang aku adalah wanita yang tak punya hati,
Sesuka hatiku saja kau kutinggal pergi.

Tapi, tahukah kau apa yang kurasakan?
Memang brengsek sekali kelihatannya bagi orang yang menduakan.
Hanya saja kau tidaklah merasakannya,
Ketika aku sama-sama mencintai kau dan dia.

Kalian berdua seperti jingga pada senja,
Indah dan menawan rupa,
Menahan hatiku untuk tak lekas lupa,
Bahkan saat pertemuan kali pertama.

Kalian berdua telah memiliki masing-masing dari separuh hatiku,
Menempatkannya pada sebuah alunan cinta yang syahdu,
Meski pada akhirnya kita semua harus beradu,
Dan tertahan pada cerita cinta sedih nan pilu.

-Depok, 24 Oktober 2016-

Comments

Popular Posts