Untitle
Kini pagi telah datang,
Bersama kicauan burung yang ceria,
Sedang hujan semalam,
Ia telah pergi berlalu bersama kegelapan malam,
Menyisakan ruang tersendiri dalam hati yang sepi.
Tapi, pagi ini sedihku tak kunjung pergi,
Entah mengapa masih kurasakan luka akibat patah hati.
Meski aku tahu, kita tak akan pernah bisa kembali,
Tapi harapanku padamu tak pernah kunjung mati.
Kau tak pernah tahu rasanya jadi diriku,
Kau tak pernah tahu betapa tersiksanya aku.
Karena mungkin kau tak pernah berharap dicintai,
Oleh seseorang yang sekali saja tak pernah peduli.
Aku ingin sekali melucuti kesedihan ini,
Membuang luka dan rindu dalam hati,
Mencoba tersenyum meski lagi sendiri,
Melupakan dirimu dengan senang hati.
Tapi perasaanku tak semudah itu untuk diobati, Tuan.
Dan semua kenangan kita, tak semudah kau yang melupakannya.
Bahkan ingatan tentang senyumanmu,
Masih tercetak jelas di dalam memoriku.
Comments
Post a Comment