Just A Piece of Memory of Him

Sayang, aku rindu.
Ketika kulit tangan kita saling bertemu,
Dan dengan manis kau ucapkan kata cinta,
Meski pada akhirnya harus ku akui aku cukup bodoh,
Karena percaya pada omong kosongmu,
Tapi tak apa, aku memang suka.

Sayang, aku rindu.
Aku rindu aroma tubuhmu yang tak jua lepas dari indera penciumanku,
Meninggalkan jejak sosok dirimu,
Yang hingga kini tak pernah bisa pergi dan mengembalikan hatiku yang tinggal separuh.

Sayang, aku sungguh rindu.
Aku rindu duduk di jok depan mobilmu,
Menyesap aromanya yang enggan untuk berlalu,
Sambil menatap wajahmu, meski engkau terlalu fokus pada kendaraan-kendaraan di jalan yang saling berderu.

Sayang, tidakkah ingin kau kembali,
Menjalin kasih yang hingga kini belum kita selesaikan secara utuh?
Mengobati luka di hatiku yang pilu?
Tidakkah kau ingin? Aku sangat ingin.

Depok, 6 Agustus 2016

Comments

Popular Posts